3 Tips Efektif Toilet Training untuk Si Kecil, Salah Satunya Singkirkan Semua Popoknya

Penulis: Amila Yosalfa F.

Rumbel Literasi Ibu Profesional Bandung

Toilet training atau melatih si kecil buang air di toilet adalah momen yang katanya paling membuat orang tua frustrasi. Sebelum memulainya, sebaiknya para orang tua mengetahui kapan si kecil siap dilatih dan durasi waktunya. 

Seperti dikutip dari The Asian Parent, Lora Jensen menuliskan tentang toilet training ini dalam buku terbarunya, “3 Days Potty Training“. Jensen menyatakan balita mulai siap belajar ke toilet sendiri ketika mereka sudah berumur 22 bulan. 

Berikut tiga langkah unik sekaligus efektif dari Jensen agar si kecil bisa memulai toilet trainingnya. 

1. Singkirkan sejumlah pengalih perhatian

Ini berlaku untuk Anda dan si kecil. Menurut Jensen, sangat dibutuhkan dedikasi yang tinggi selama 3 hari penuh demi tercapainya misi 3 hari melatih si kecil toilet training

“Selesaikan urusan belanja dan santapan di meja makan tepat waktu. Utamakan laundry dan membersihkan rumah terlebih dahulu,” tulis Jensen. 

“Bersiaplah untuk bermain game, mewarnai, maupun menonton bersama. Dan nikmatilah saat-saat tersebut bersama si kecil,” tambahnya. 

2. Singkirkan semua popoknya

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk melepaskan ketakutan Anda mengenai segala kebasahan. Anggap saja itu sebagai usaha untuk melenyapkan kebiasaan lama. Jensen menyarankan untuk latihan toilet training ini di pagi dan malam hari. 

“Latihan di pagi dan malam hari di saat yang bersamaan sangat bermanfaat agar si kecil tidak merasa bingung,” tulis Jensen. 

Jika tidak ada lagi popok, maka si kecil akan merasa harus ke toilet untuk menjaga dirinya agar tetap kering dan bersih. 

“Anda juga telah berhasil menghilangkan perasaan mereka untuk menggunakan popok kembali,” tambah Jensen. 

3. Ingatkan si kecil jika ia merasa ingin buang air kecil atau buang air besar

Jensen mengatakan cukup dengan ingatkan pada si kecil bila ada waktu-waktu tertentu untuk ke toilet. 

“Jangan tanya, tapi ingatkan mereka bahwa ada waktu-waktu untuk ke toilet. Jika si kecil merasa mereka sedang belajar akan proses tersebut, maka mereka tidak akan menentangnya,” kata Jensen. 

“Ini juga termasuk dalam membangunkan si kecil tengah malam hanya untuk pipis. Oleh karena itu, cobalah set alarm,” ujar ibu 6 anak ini. 

Jensen juga menyatakan tips ini tidak menjamin misi latihan 3 hari ini berjalan dengan sempurna. Tapi ia jamin tips ini akan mengurangi secara drastis waktu yang dihabiskan untuk melatih si kecil toilet training

Satu hal penting dalam toilet training ini menurut Jensen adalah melatih si kecil agar mampu mengenali tanda-tanda yang ditimbulkan oleh tubuhnya serta mengetahui di mana dan apa yang harus mereka lakukan bila ingin buang air kecil maupun buang air besar. 

***

Sumber artikel: The Asian Parent (https://id.theasianparent.com/toilet-training-dalam-3-hari)

Sumber foto: Pixabay/PublicDomainPictures (https://pixabay.com/photos/child-sitting-potty-training-316211/)

Leave a Comment