Mengatur Aktivitas Harian dengan Bullet Journal

Penulis: Ismi Fauziah

Mahasiswi Bunda Cekatan #2

Institut Ibu Profesional Bandung

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, kita memiliki banyak peran yang dijalani. Seringkali kita suka kebingungan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu atau mungkin lupa apa saja yang harus dilakukan. Mana yang harus saya dahulukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus diselesaikan. Itu pula yang saya rasakan setelah diamanahi dua putra. Bagaimana mengatur aktivitas harian saya sebagai ibu rumah tangga?

Akhirnya saya memilih untuk mencatat segala kegiatan saya sejak 2015 untuk menguraikan pikiran saya. Alhamdulillah, manfaat yang dirasakan banyak sekali. Sangat membantu saya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kekurangannya, karena menulis di kertas, saya suka lupa menaruhnya dan pencatatan pun masih acak-acakan.

Pada tahun 2019, saya coba beralih ke planner. Pencatatan lebih rapi, tetapi kebutuhan saya belum bisa terpenuhi semua. Nah, tanpa sengaja pada akhir tahun 2019 ketika sedang membuka youtube, saya menemukan metode baru namanya bullet journal. Semenjak itulah saya mulai belajar untuk menggunakan metode itu.

Bullet journal adalah sebuah metode pencatatan analog yang bertujuan untuk merekam kejadian masa lalu, mengatur kegiatan saat ini, dan merencanakan masa depan. Metode ini dipopulerkan oleh Ryder Carroll, desainer di Amerika Serikat yang saat ini metodenya bisa kita pelajari langsung pada situsnya www.bulletjournal.com

Manfaat dari bullet journal bagi saya adalah:

1. Menguraikan pikiran dalam menuliskan aktivitas kita

2. All in one, semua dalam satu buku

3. Mudah melacak (tracking) dan evaluasi

4. Customized, bisa disesuaikan kebutuhan masing-masing walaupun ada sistem dasarnya (basic)

Hal yang dibutuhkan untuk memulai bullet journal adalah niat, strong why yang kuat (untuk mengelola pikiran, mengatur waktu di rumah, tracking, evaluasi), alat tulis ternyaman dan buku, serta memahami basic.

Basic yang saya pahami:

1. Key, semacam simbol untuk setiap task

2. Index, semacam daftar isi tentang apa saja template yang kita buat

3. Future log, reminder atau perencanaan selama setahun, bisa juga tulis per enam bulan

4. Monthly log, dibuat setiap bulannya untuk mencatat selama 1 bulan.

5. Rapid loging, kondisi yang dilakukan secara berulang-ulang untuk memasukkan data. Dan inilah esensi dari bujo. Rapid loging dilakukan di daily log atau weekly log.

6. Collection, tambahan sesuai kebutuhan masing-masing

Kita sudah tahu tentang kelebihan atau manfaat dari bullet journal. Lalu apakah distraksi yang biasa hadir ketika memulai bullet journal?

1. Strong why yang kurang

2. Kurang memahami basic dan tujuan bullet journal

3. Ingin desain yang bagus jadi merasa sudah tidak mampu, padahal desain minimalis bisa

4. Terlalu ingin memiliki ATK yang bagus dan bermacam-macam dulu, padahal hanya satu pulpen ternyaman juga sudah bisa

Berikut poin utama yang ingin dibahas, yaitu bagaimana mengatur aktivitas harian di rumah dengan bullet journal yang saya jalani:

1. Mulailah dari yang paling mudah dipahami. Karena kita akan butuh waktu untuk bisa membuat template sesuai basic yang tadi sudah dibahas. Saya memilih weekly log karena sudah memenuhi kebutuhan saya selama seminggu.

2. Setelah kita tahu mau memulai dengan apa dulu, selanjutnya membuat daftar apa saja kebutuhan yang ingin kita masukkan.

3. Buatlah desain sesimpel mungkin dengan alat tulis yang ada, tidak perlu beli dulu. Desain template kita buat tidak tiap hari. Bisa hanya mingguan atau bulanan, selebihnya kita tinggal mengisi.

4. Luangkan waktu setiap hari 5-10 menit untuk mengisinya.

5. Di akhir minggu, evaluasi apakah manfaat yang dirasakan setelah menulis. Apakah ada perbaikan, apakah emosi saya lebih baik, apakah peran saya bisa dijalani dengan baik.

6. Konsisten lakukan ini selama satu bulan, kemudian setelah berhasil bulan berikutnya tambah lagi belajar membuat template lain, konsisten lagi sebulan. Diulang seterusnya.

Berikut contoh template yang saya buat untuk memulai bullet journal dari weekly log.

Aturan Pengisian Bullet Journal
Contoh Pengisian Bullet Journal

Bullet journal ini saya gunakan sebagai tools untuk membantu manajemen waktu. Saat ini saya sedang belajar di kelas Bunda Cekatan. Manajemen waktu menjadi fokus saya untuk terus memperbaiki dan melatih konsisten dalam mengatur kegiatan aktivitas sehari-hari. Setiap metode itu cocok-cocokan dan ada kekurangan atau kelebihan. Maka, untuk tahu apakah metode ini cocok untuk kita atau tidak, mulai saja dulu dan rasakan manfaatnya.

Terkait bullet journal, saya juga mendapat kesempatan untuk berbagi live dengan teman-teman Bunda Cekatan. Inilah tahapan dalam kelas yang sangat menarik bagi saya. Bisa belajar berb apa yang kita sukai dan juga mendapat banyak ilmu yang kita butuhkan dari teman-teman lain. Jangan ragu untuk melanjutkan perkuliahan di Institut Ibu Profesional dengan mengambil kelas Bunda Cekatan, dijamin ketagihan!

Leave a Comment