color, desktop, paper

CORE VALUE IBU PROFESIONAL

Melja Gustina

Mahasiswi Matrikulasi #9

Institut Ibu Profesional Bandung

            Tahap demi tahap saya lewati untuk sampai di matrikulasi 9. Awalnya saya melalui tahap foundation, lalu bermain-main sejenak di Transcity, hingga akhirnya menjadi mahasiswi di Pelabuhan Samudera Amarta Matrikulasi 9.

            Dalam tahap ini, kita diajak untuk membuat peta tujuan kita beberapa tahun ke depan dengan menerapkan Core Value yang ada di Ibu Profesional. Di Zona 2 misi ke-4, materi Core Value disampaikan oleh Sahabat Widia Iswara yaitu Mbak Endang Pradianti yang berdomisili di Singapura.

            Pada awal foundation, kita diperkenalkan Core Value Ibu Profesional, yaitu  nilai-nilai yang dihargai, dijunjung tinggi, dijalankan, dan merupakan jiwa dari sebuah komunitas. Core value Ibu Profesional dikenal dengan 5B, yaitu:

  1. Belajar (Learning)

Belajar di sini memiliki makna sifat yang selalu didasari rasa ingin tahu yang erat kaitannya dengan proses perubahan dalam kehidupan pribadi dan komunitas.

  1. Berkembang (Improvement)

Berkembang adalah sifat yang menyatakan menunjukkan proses menuju keadaan yang lebih baik.

  1. Berkarya (Productivity)

Berkarya di sini ialah sifat yang menyatakan  bagaimana seseorang memaksimalkan sumber daya yang ada di dalam diri dan lingkungan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih optimal dan bermanfaat bagi banyak orang.

  1. Berbagi (Sharing)

Berbagi adalah sifat yang menunjukan keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki, baik dalam bentuk ilmu, jasa, maupun barang. Prinsip berbagi ilmu adalah menyampaikan sesuatu yang sudah kita praktikkan.

  1. Berdampak (Impact)

Berdampak di sini bermakna sifat yang selalu ingin memberikan pengaruh secara kuat bisa mendatangkan akibat yang lebih positif.

Di misi ini, kita hanya difokuskan pada 2B,yaitu Belajar dan Berdampak. Kembali ke tujuan awal dibentuknya Ibu Profesional adalah untuk membentuk perempuan pembelajar sejati. Di dalam Ibu Profesional berlaku “Semua Guru Semua Murid”. Belajar bukan hanya sekadar belajar dan mendapatkan ilmu saja, tetapi menggunakan apa yang dipelajari untuk bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Tak hanya belajar, di Ibu Profesional kita perlu mengembangkan kemampuan kita dengan keahlian masing-masing. Karena setiap manusia itu unik dan bisa berusaha untuk memaksimalkan dan mengembangkan keunikan tersendiri.

Jangan Melabeli Buruk terhadap Diri Sendiri”

Kutipan kalimat di atas membuat kita tertampar. Mungkin selama ini kita selalu merasa bahwa diri kita tidak mampu dan secara tidak langsung kita telah melabeli diri kita sendiri ke arah yang kurang baik. Padahal yang seharusnya kita lakukan adalah selalu mengapresiasi dan menghargai apapun yang ada di dalam diri kita dan semua kegiatan yang dilakukan.

            Dalam hal Belajar ada 2 jenis Pembelajar, yaitu:

  • PASIF (Menampung)

Dalam hal ini ilmu yang didapatkan hanya ditampung. Ibarat gelas yang selalu diisi air dan akhirnya penuh dan tumpah, begitu juga ilmu yang didapat jika tidak dimanfatkan akan menjadi sia-sia.

  • AKTIF (Mengolah)

Maksud dari aktif adalah ilmu yang didapatkan tidak hanya ditampung namun dimanfaatkan untuk hal lainnya. Sebagai contoh gelas yang penuh dengan air dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Di gelas itupun akan kembali berisikan dengan air dari sumber lainnya. Begitupun pembelajar sejati yang sesungguhnya tidak hanya menampung ilmu, tetapi juga mampu memanfaatkannya dan mengamalkan ilmu tersebut agar lebih produktif.

Pembelajar sejati tidak akan mengosongkan gelas saat ingin belajar”

Dalam belajar juga dikenal dengan 4L dan GL, yaitu:

  • 4L (Loe Lagi Loe Lagi)

4L ini bersifat positif. Ibaratnya seseorang yang Full of Knowledge, pintar dalam menyampaikan sesuatu, dan penuh dengan pengalaman.

  • GL2 (Gue Lagi Gue Lagi)

GL2 ini bisa dikatakan negatif. Diibaratkan terpaksa atau hanya sedikit orang yang berkontribusi, masih melabeli diri, dan belum mau mengambil peran apapun.

            Sebagai pembelajar sejati, baiknya kita perlu tahu bagaimana memperkaya ilmu, yaitu dengan berbagi dan bermanfaat untuk banyak orang, berani mengambil peran, berlakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) yang beradab, dan semangat melayani. Dan hendaklah kita berusaha selalu menjadi 4L bukan GL2.

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain”. (HR.Bukhari).

Leave a Comment