Melahirkan Buah Hati, Melahirkan Diri Ibu yang Baru 

Bahagia, Pribadi, Menjadi, Ibu
Bayi mungil yang sedang menunjuk wajah Ibunya


Lahirnya buah hati bukan hanya perkara mengantarkan buah hati untuk masuk alam dunia, ternyata membuat Ibu nya juga terlahir kembali

Mulai dari proses kehamilan hinga persalinan, begitu banyak hal yang ingin dipersiapkan dengan sebaik-baiknya demi sang buah hati. Naluri menyayangi janin yang ada di rahimnya, membuat sosok calon Ibu rela dan siap untuk menghadapai masa kehamilan dan persalinan

Bagi sebagian besar wanita, trimester awal menjadi waktu dimana sang calon Ibu akan dihadapkan dengan morning sickness, rasa mual yang konsisten terjadi selama beberapa minggu dihadapinya dengan penuh kekuatan, belum lagi ketika tidak ada makanan yang bisa masuk hingga kekurangan cairan sampai akhirnya perlu tindakan dokter pun rela dilaluinya

Masuk trimester kedua, biasanya kondisi kesehatan Ibu sudah lebih stabil. Makanan sudah lebih banyak yang masuk, badan sudah mulai nyaman untuk beraktivitas seperti biasa. Hingga akhirnya sampai pada trimester ketiga, dimana mulai merasakan kelelahan yang lebih daripada biasanya, kaki dan pinggang yang mulai sering pegal, susah tidur dan lain-lain

Berlanjut berjuang di proses persalinan sang buah hati
Sosok yang mungkin tadinya “takut dengan darah/suntikan” mendadak menjadi pribadi yang kuat untuk melihat darah atau jarum suntik
Sosok yang mungkin tadinya adalah sosok yang takut dengan rasa sakit yang akan dialami “mendadak menjadi sosok yang punya kekuatan luar biasa untuk melawan rasa sakit yang dihadapinya dalam persalinan”

Sampai akhirnya dia mendengar suara tangisan bayi keluar dari alam rahim
Disambutnya dengan penuh suka cita, air mata haru
Seketika lupa dengan rasa sakit yang dirasakan

Itulah sosok Ibu
Pribadi yang selalu akan berpikir lebih dulu tentang “apa yang anakku perlukan?” daripada berpikir tentang kebutuhan pribadinya
Naluri keibuan yang Tuhan titipkan, menjadikan sosok wanita ini menjadi pribadi yang kuat, tangguh dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga titipanNya

Kebahagiaan utamanya bukan lagi soal tentang pencapaian karir, atau pencapaian bisnis semata namun kebahagiaan anak-anaknya yang akan menjadi pusat dari kegiatan yang dilakukannya.

Ketika melihat anak-anaknya lahap menyantap makanan yang dimasaknya
Ketika menyapa anaknya, dan anaknya tersenyum
Ketika melihat anak-anaknya tumbuh dengan sehat
Ketika melihat anak-anaknya dengan sigap membantu pekerjaan rumah
Ketika melihat anak-anaknya bisa mengucapkan beberapa kata
Ketika melihat anak-anaknya mulai bisa berjalan

1 Kata yang mewakili perasaan seorang Ibu saat melihat hal-hal diatas adalah BAHAGIA

Yah menjadi seorang Ibu bukan hanya melahirkan seorang bayi ke dunia
Tapi juga melahirkan “diri” Ibu itu sendiri, menjadi pribadi yang jauh dalam lubuk hatinya bersemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Leave a Comment