Tidak Ada yang sia-sia

Allah menciptakan sesuatu tidak ada yg
sia-sia. Semuanya memiliki potensi, peran, dan takdirnya masing-masing.
Ketetapan-ketetapanNya bagi kita sudah
tertulis di Lauh Mahfudz jauh sebelum
kita dilahirkan ke dunia.

Yang membedakannya adalah bagaimana cara kita menjalani kehidupan yang sebentar ini.
Mau diapakan potensi kita?
Mau jadi manusia dengan peran seperti
apa?
Mau menjemput takdirNya dengan cara
seperti apa?
Mau dibawa ke mana?
Surga? Atau Neraka?

Yang fana adalah waktu, kita abadi-begitu kata Pak Sapardi.
Ya, kita abadi. Memungut detik demi detik hingga habis waktu kita di dunia ini. Abadi hingga ke akhirat nanti.

Sungguh tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia.
Benda mati seperti bintang misalnya, tunduk akan ketetapanNya, dengan selalu bergerak di orbit yang sama. Dengan kecepatan yang tidak pernah lebih dan tidak kurang. Walau suatu saat dia akan meledak, mati dengan supernova, lalu habis energinya, jadi onggokan batuan yang melayang, tapi ia tetap tunduk.

Namun, manusia diberi akal dan perasaan. Manusia diberi keistimewaan dengan diberi pilihan-pilihan untuk memutuskan jalan yang akan ia ambil.
Dan pilihan-pilihan itu nantinya akan bergabung, membentuk sebuah puzzle, yang akhirnya akan kita bawa dan perlihatkan pada Allah di hari perhitungan.

Maka sudah seharusnya kita tidak pernah bosan berikhtiar. Terus berikhtiar dengan cara yang baik, untuk selalu berada di jalanNya.
Hingga Allah ridha pada kita.

Setelah ikhtiar, lalu tawakal. Dengan berserah diri atas hasil final dari ikhtiar kita. Dengan prasangka yang tetap baik pada Allah.

Teringat sebuah obrolan dengan sahabat.
Beliau bercerita begini : “Kita sudah digariskan oleh Allah akan mengalami kecelakaan atau musibah pada tanggal sekian jam sekian.
Tapi mungkin yang bisa membuatnya berbeda adalah amalan kita dan seberapa dekat kita dengan Allah. Yang dengan ridhaNya, proses kecelakaan atau musibah itu jadi tidak separah yang seharusnya terjadi.” 🙂

sumber : Pinterest

Leave a Comment