Declutter Menjelang Ramadhan

Declutter menjelang ramadhan
Ilustrasi Declutter.

Apa yang kalian lakukan setiap tahun menjelang Ramadhan? Kalau saya sih, tahun ini menjelang Ramadhan aku mulai dengan declutter fisik dan jiwa hehehe. Eits seperti apakah itu? Nanti aku akan cerita sedikit insight yang mungkin bermanfaat dan dapat menjadi spirit Ramadhan ya.

Jadi, ceritanya beberapa bulan belakangan aku sering baca buku bertema minimalisme salah satunya “Goodbye Things” by Fumio Sasaki. Buku ini bercerita tentang perjuangan dia untuk mencapai kebahagian, dan itu ditemukan dengan menyingkirkan barang-barang miliknya. Dengan hanya menyisakan barang yang dia butuhkan, dia merasa lebih happy dan ringan menjalani hidup.

Apa Makna Declutter Menjelang Ramadhan Bagi Saya?

Secara umum, makna declutter adalah menyingkirkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dari tempatnya, agar lebih menyenangkan dan berguna. Mungkin teman-teman sudah membaca buku The Life-Changing Magic of Tyding Up atau sudah sering bebenah dengan mempraktekkan metode KonMari di rumah. Nah beberes rumah ala ala Marie Kondo juga merupakan bagian dari declutter.

Belakangan, saya berpikir bahwa sebenarnya di keseharian banyak barang yang agak penting, tidak begitu penting, dan sangat tidak penting. Terutama saat pandemi, dimana sebagian besar waktu dihabiskan di rumah bersama keluarga. Banyak sekali barang-barang teronggok tak berdaya menunggu digunakan dan menjelang Ramadhan ingin rasanya saya declutter menyisakan hanya barang yang dibutuhkan.

Betapa disayangkan, bukankah kegunaan barang adalah untuk dimanfaatkan oleh manusia? Untuk membuat barang pun membutuhkan energi yang tidak sedikit, ekstraksi sumber daya alam, hingga limbah yang dihasilkan dari proses produksi barang tersebut. Makinlah saya merasa bersalah, sudah berpuluh menyia-nyiakan barang hanya demi estetisme atau keinginan belaka. Bukankah Rosulullah SAW tidak pernah mengajarkan bermegah-megahan?

Selain itu, saya juga ingin sekali declutter jiwa dengan membuang segala hal-hal yang dapat mengganggu keikhlasan ibadah. Bukan saja hal-hal seperti keinginan untuk memiliki barang, atau rasa tertarik pada produk terbaru di iklan TV. Tapi juga segala emosi, kurang syukur, banyak mengeluh, dan malas beribadah.

Manfaat Declutter Menjelang Ramadhan?

Kalau ditanya, seberapa besar manfaat declutter ini bagi saya maka sangat besar. Selain bermanfaat bagi orang lain (yang mendapat hibahan barang hehe), juga membuat saya terasa ringan sekali. Sebelumnya, sering rasanya memikirkan barang-barang ini yang mungkin akan memperberat hisab saya.

Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari lebih efektif dan efisien. Saat ingin berangkat kerja, tidak perlu lagi berlama-lama memilih mix and match baju dan printilannya sehingga amat sangat menghemat waktu. Terutama hemat waktu untuk menyetrika serta mencuci karena seringnya cuci kering pakai, sisa waktu ini dapat digunakan untuk memperbanyak membaca Qur’an.

Kemudian, pekerjaan membereskan rumah lebih ringan karena tidak terlalu banyak barang. Semakin banyak barang maka banyak pula perawatannya bukan? Misalnya keberadaan sofa, saya biasanya rewel jika ada makanan jatuh dan banyak debu-debu disana sehingga memicu debat dengan suami. Memasak di dapur jadi lebih ceria dan leluasa karena lemari piring yang memakan tempat dan sering menjadi sarang tikus telah dimusiumkan.

declutter menjelang ramadhan
Ilustrasi dari: https://retrohousewifegoesgreen.com/decluttering-challenges/

Bagaimana Memulainya?

Memulai declutter mungkin terasa sulit awalnya karena pikiran kita terkadang penuh alasan, itulah mengapa menjelang Ramadhan declutter fisik dan jiwa perlu seiring sejalan. Tapi jangan khawatir, sebetulnya hal-hal kecil yang kita mulai sudah merupakan ikhtiar kita untuk declutter. Tips dari saya, dimulai saja dengan memilah-milah barang yang sudah tidak digunakan dan jarang digunakan.

Kemudian, biasakan berpikir bukan dengan banyaknya barang kita bahagia namun dengan sedikit barang jutsru kita lebih bahagia. Karena kebahagiaan letaknya di hati (klise sih hehe) jadi yang menentukan kebahagiaan itu ya ikatan jiwa kita dengan Allah, kita dengan keluarga. Yakinlah hal itu tidak ada hubungannya dengan keberadaan benda atau barang.

Prinsipnya, pertahankan hanya apa yang dibutuhkan. Misalnya barang, sebelum membeli berpikirlah untuk menganalisa seberapa besar bermanfaat dan berakhir kemana barang tersebut. Oiya tips yang ini bisa juga dipraktekkan dalam hubungan sosial lho… Sisakan saja status medsos teman-teman yang bermanfaat atau yang memicu motivasi, karena pada dasarnya manusia sangat butuh kata-kata kebaikan.

Sekian sedikit sharing dari saya, semoga bermanfaat ya. Jangan lupa lihat-lihat juga sharing dari teman yang lain, misalnya tips memilih makanan saat sahur.

Leave a Comment