review Kulwap: Melejitkan Potensi Anak, dengan Mengenali Minat dan Bakatnya Sejak Dini

Pada tanggal 30 Maret 2021, Rumba Cimahi-KBB sukses menyelenggarakan acara yang bertema “Melejitkan Potensi Anak, dengan Mengenali Minat dan Bakatnya Sejak Dini”. Acara yang diselenggarakan secara daring ini ternyata mampu menarik banyak peserta. Kurang lebih ada 191 peserta yang mendaftar. Cukup banyak, bukan?

Acara ini tidak hanya diikuti oleh member Ibu profesional, tetapi juga non member yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Dengan antusias mereka mengikuti perkuliahan yang diadakan melalui Zoom ini. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka mengenai minat dan bakat anak.

Satu hal yang tak kalah menarik, acara ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya, lho! Duh, kapan lagi bisa dapat ilmu kece dan gratis? Buat kalian yang penasaran dengan isi materinya, bisa tonton siaran ulangnya di saluran Youtube Ibu Profesional, ya.

Narasumber acara ini adalah member Ibu Profesional Bandung yang cukup lama berkecimpung di dunia minat dan bakat. Beliau adalah Teh Inna Nurhidayah, seorang Home Educator dan penulis. Sepak terjangnya di dunia minat dan bakat tak diragukan lagi, sehingga Teh Inna cukup luwes menjelaskan bagaimana seharusnya kita menyikapi sikap anak yang sebenarnya adalah sebuah potensi.

Di awal Teh Inna menjelaskan bahwa sebelum mencari atau mengobservasi apa yang menjadi ciri khas anak-anak, alangkah baiknya kita mencoba untuk lebih mengenali diri sendiri dulu. Ya, poin pertama adalah belajar mengenali diri sendiri.

Teh Inna mendeskripsikan bahwa kendaraan saja memiliki jenis dan fungsi yang berbeda-beda, apalagi manusia yang merupakan makhluk paling mulia.

Lalu, bagaimana cara agar bisa mengenali diri sendiri? Caranya adalah dengan menemukan 3 kelemahan dan 3 kekuatan yang ada di dalam diri. Tulis dalam sebuah kertas, lalu renungkan lagi dalam-dalam.

Setelah itu bagaimana? Jangan sedih, jangan pasrah. Tapi jujur dan akui dari hati yang terdalam. Lalu berusahalah untuk fokus pada kekuatan dan siasati kelemahan. Tahap mengenal diri sendiri ini yang nantinya dibutuhkan dalam membersamai anak-anak.

Untuk mengetahui dimana letak potensinya, fokuslah pada 4E: Enjoy, Easy, Excellent dan Earn. Misal, ada anak yang cenderung “bawel”. Bagi yang belum menyadari, mungkin menganggap hal itu sangat mengganggu. Tetapi saat kita sudah mengerti dan sadar bahwa itu adalah sebuah kekuatan, kita bisa mengarahkannya untuk belajar public speaking. Lebih spesifiknya belajar menjadi MC, mendongeng, moderator acara, dan lain-lain.

Teh Inna juga mengingatkan untuk jangan terburu-buru melabeli anak memiliki potensi ini dan itu sebelum ayah dan bunda sungguh-sungguh membersamai prosesnya. Dari sini kita menyadari bahwa kitalah yang perlu lebih dulu mempersiapkan diri untuk membersamai anak dengan maksimal, agar minat dan bakatnya bisa dikenali. Setidaknya, kita harus bersabar membersamai prosesnya hingga sang anak berusia 14 tahun.

Poin penting lainnya adalah setiap anak itu spesial. Mereka terlahir dengan minat dan bakatnya masing-masing. Dan bakat itu tidak selalu harus sama dengan orang tuanya. Sebagai orang tua, kita tidak boleh egois mengarahkan mereka menjadi sesuatu yang kita inginkan.

Jadi, selamat berproses membersamai anak-anak. sampai jumpa di acara kami selanjutnya, ya. Insya Allah.

Salam,

Rumba Cimahi-KBB

#ibuprofesionalbandung

#ibuprofesionalforindonesia

#semestakaryauntukindonesia

#ibuprofesional2021

#komunitasibuprofesional

Leave a Comment