warung-anak-kaya-manfaat-mqfm

Warung Anak, Kaya Manfaat – Press Release MQFM 10 April 2021

Mendidik anak bukanlah perlombaan, melainkan proses belajar yang panjang dalam mengenali karakter diri sendiri dan buah hati. Tugas Bunda adalah menjalani proses tersebut dengan melakukan yang terbaik dengan bahagia. Membuat warung anak bisa menjadi sarana menyenangkan bagi Bunda dan ananda untuk belajar banyak hal.

Mengapa warung anak? Warung anak adalah salah satu bentuk family project. Nah, Sahabat MQ sebenarnya bisa mengkreasikan bentuk family project versi keluarga masing-masing. Adanya family project ini baik untuk menstimulasi kemandirian, rasa tanggung jawab, kecerdasan finansial, bahkan kreativitas anak.

Tak hanya bagi anak, warung anak sebagai project juga bermanfaat bagi orang tua, terutama ibu. Dari proyek ini saya belajar mengenai alternatif cara menstimulasi kemandirian anak, memahami karakter anak, mengontrol asupan jajanan anak, sekaligus mengontrol belanja rumah tangga untuk anak.

Warung anak dapat didirikan kapan saja dengan memperhatikan tahapan usia si kecil. Misalnya, bagi anak usia dibawah 1 tahun dapat distimulasi dulu dengan membacakan cerita-cerita tentang warung, jajanan sehat, dan lain-lain.

Memasuki usia 1-3 tahun, anak dapat diajak mengenal angka dan latihan kemandirian. Pada usia 3 tahun ke atas, Bunda dapat praktik mendirikan warung. Apalagi pada masa pandemi ini, Bunda mungkin tidak bebas membeli jajanan untuk anak. Bagi anak-anak berusia 7 tahun ke atas Bunda mulai dapat memperkenalkan warung kejujuran.

Apa saja yang harus dilakukan untuk mendirikan warung anak? Mulailah dengan niat dan perencanaan. Jika sudah matang, mulai kabari anak. Buatlah kesepakatan dalam menentukan reward, punishment, dan isi warung. Berikan motivasi dan teladan selama mendampingi anak, apalagi ketika melatih mereka untuk konsisten menerapkan aturan main warung.

Warung anak versi keluarga saya adalah tempat menjual makanan atau minuman ringan sehat di dalam rumah untuk anak. Bentuknya berupa lemari yang bisa dikunci. Waktu operasional warung disesuaikan dengan kesepakatan yang dibuat orang tua dan anak. Sangat menarik ya, Bun. Lantas, bagaimana cara transaksi di warung ini?

Transaksi di warung anak keluarga kami menggunakan uang asli pecahan Rp500,00 , Rp1.000,00 , dan Rp2.000,00. Saya menggunakan uang asli karena ingin mengenalkan secara langsung mengenai bentuk dan fungsi uang sebagai alat jual beli kepada anak. Nah, bagaimana cara anak mendapatkan uang untuk dibelanjakan?

Sama seperti Bunda yang mendapatkan uang dengan bekerja keras, terapkan prinsip reward and punishment pada anak. Bunda dapat membuat beberapa kesepakatan dengan anak. Misal, jika anak berhasil makan, mandi, pakai baju sendiri maka akan mendapat Rp 500,00. Jika anak salat 5 waktu atau berhasil melakukan hal-hal yang cukup sulit seperti membereskan mainan akan mendapat Rp2.000,00.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Jika anak melakukan hal buruk seperti tidak menghabiskan makanan atau cengeng, maka mereka harus membayar Rp500,00.

Prinsip reward and punishment ini merupakan cara saya menanamkan kemandirian dan rasa tanggung jawab pada anak sejak dini. Anak pun sekaligus belajar tentang konsekuensi baik dan buruk. Jika anak melakukan hal baik, manfaatnya langsung dirasakan, Ia boleh jajan dan memilih makanan kesukaannya. Ternyata hal ini juga turut menstimulasi kecerdasan finansial anak, lho!

Terkait modal dalam membuat warung ini, saya mematok Rp. 100.000 untuk modal awal. Uang akan berputar, dan pembelian barang selanjutnya menggunakan uang-uang tersebut.

Apa saja sih yang dapat dijual di warung anak? Saya menjual jajanan sehat, seperti susu, cereal, jelly, keju, atau bahan makanan yang bisa dipilih untuk dimasak, misalnya pasta. Utamakan memilih makanan yang sehat ya, Bun.

Agar anak tidak bosan jajan di warung anak, biasanya setiap bulan saya mengganti beberapa merk jajanan. Misalnya bulan ini cereal rasa coklat, bulan depan cereal berwarna-warni. Yang paling penting kita sounding bahan dan manfaat dan makanan yang kita makan kepada anak. Dengan adanya bahan makanan juga, anak bisa berkreasi setiap bulan dengan menu berbeda. Misalnya makaroni, bulan ini dimasak sup, bulan depan dimasak schotel.

Nah, karena sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan, apakah warung tetap buka?

Tahun ini menjadi tahun pertama warung anak versi Bulan Ramadan. Insya Allah warung akan tetap buka, tetapi dengan konsep sedikit berbeda.

Bunda mungkin masih ingat, saat kecil dulu jika Ramadan tiba, penjual makanan di sekolah mengalihkan dagangannya menjadi mainan. Nah, mungkin Bunda bisa menerapkan hal yang sama. Warung makanan hanya buka saat anak mau berbuka puasa. Saat berpuasa, Bunda dapat menjual mainan atau alat bantu belajar seperti, cat air, pita, stik es krim, kertas gambar, puzzle, balon, atau lainnya. Kebetulan beberapa waktu ini saya telah coba menjual mainan edukasi untuk Zea, anak saya.

Warung anak edisi Ramadan dapat memotivasi anak untuk mengisi waktu berpuasa dengan kegiatan yang bermanfaat. Bunda juga bisa mengajarkan konsep syukur dan sedekah kepada anak dari uang yang Ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya. Insyaallah si kecil dapat beribadah dengan lebih semangat.

Membuat warung anak juga banyak sekali suka dan dukanya. Alhamdulillah manfaatnya banyak terasa mulai dari pembelajaraan karakter anak hingga mampu mengontrol asupan nutrisi anak dan mengontrol keuangan belanja rumah tangga. Dukanya adalah kesulitan untuk konsisten. Apalagi jika kedatangan tamu, saudara, atau teman-teman anak, terkadang warung dibuka tanpa kontrol yang jelas.

Menutup press release ini, saya teringat kutipan dari salah satu pemateri Kelas Bunda Sayang Batch ke-6  Institut Ibu Profesional mengenai stimulasi kecerdasan finansial:

“Maka sejatinya stimulasi kecerdasan finansial adalah proses kita sebagai orang tua agar cerdas finansial dengan cara learning by teaching belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang stimulasi kecerdasan finansial ini adalah kita, orang tuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.”

Referensi:

Materi Zona Stimulasi Kecerdasan Finansial Kelas Bunda Sayang Batch 6 Institut Ibu Profesional, 2021.

Narasumber : Evi Sefiani – Manajer Humas KIPMA Bandung

Leave a Comment