fitrah bakat anak

Kelas Bunda Sayang: Fitrah Bakat, Seni Mengenal Anak Sepanjang Hayat

Kalau ada pepatah mengatakan “Ikatlah ilmu dengan menulis”, maka di setiap ilmu yang kita pelajari selayaknya ada tantangan yang harus diselesaikan. Tantangan hadir untuk mengisi lembaran demi lembaran evaluasi, sudah sejauh apa kita mengenal dan berbenah? Terlebih jika kita berbicara tentang fitrah bakat, hal yang sudah ada pada diri setiap manusia.

Begitupun dengan Ibu Profesional, setiap perkuliahan diwarnai oleh gamifikasi. Selain menjadi daya tarik dalam proses belajar, gamifikasi membuat mata lebih berbinar dan bersemangat menaklukkan tantangan. Aha! Selamat bagi Tetehs yang memiliki kecenderungan menyukai keluar dari zona nyaman. Tantangan ini bisa jadi santapan yang lezat!

Kelas Bunda Sayang, sesuai dengan namanya, ialah tempat menimba ilmu pengasuhan anak. Tempat menempa diri menjadi sosok ibu yang lebih baik di setiap waktunya. Dalam waktu satu tahun dan terbagi menjadi delapan zona permainan seru, tentu saja merasakan jatuh bangun untuk terus bertahan di kelas ini. Pasalnya, di kelas Bunda Sayang batch 6 tidak boleh bolos selama 2 kali berturut-turut.

Jika Tetehs sudah melewati kelas Bunda Sayang, zona manakah yang paling membuat berbinar dan mendapatkan badge Outstanding Performance?

Yang menjawab zona delapan, mari kita berpelukaaaan.

Zona delapan mengusung tema Semua Anak adalah Bintang. Semua anak pada hakikatnya dilahirkan sempurna, tidak ada produk gagal. Kita, sebagai orangtua, yang harus berupaya sepenuh hati untuk hadir menemani anak menemukan fitrah bakat. Sehingga tidak ada hasil observasi yang terlewatkan untuk didokumentasikan.

Seperti zona sebelumnya, 15 hari berturut-turut harus melakukan observasi terhadap anak lalu membuat jurnal untuk laporan harian. Observasi dalam bentuk ragam kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak lalu menilainya ke dalam kategori 4E Aktivitas, yaitu Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn.

Enjoy, ketika anak senang melakukan aktivitas tersebut.

Easy, ketika anak menemukan tantangan dalam aktivitas dan berhasil melewatinya dengan baik.

Excellent, ketika anak dengan baik melakukan aktivitas dan konsisten dalam menambah jam terbang.

Earn, ketika anak sudah produktif, dapat dinikmati, dan orang lain mengakui hasilnya.

Kakawi (fasilitator-red) memberikan sedikit contoh jurnal harian yang bisa diadopsi untuk laporan individu. Namun dalam pelaksanaannya, saya menemukan berbagai hal yang akan diobservasi, aktivitas semakin berkembang seiring saya mengikuti keinginan anak dan membaca beberapa referensi terkait fitrah bakat beserta tools-nya. Dampaknya adalah saya menemukan ragam aktivitas yang lebih kaya dan lebih seru untuk diperkenalkan kepada anak. Maka, yang berbinar disini bukan hanya anak, tapi orangtua selaku observer semakin menemukan insight kekuatan pada diri anak.

Waktu observasi 15 hari tidaklah cukup bagi kita untuk menentukan kesimpulan bahwa seorang anak memiliki bakat tertentu. Oleh karena itu, kita perlu lebih bersabar dalam memantau setiap aktivitas anak. Ada kemungkinan berubah-ubah sesuai tahapan perkembangan usia anak. Tapi, sebaiknya sebelum anak baligh, kita sudah bisa memastikan dan mengonfirmasi kecenderungan bakat tertentu pada diri anak.

Banyak cara agar kita bisa mengasah fitrah bakat, salah satunya dengan menggunakan tools Pandu 45, hasil buah pikiran Ibu Septi Peni dan Bapak Dodik berdasarkan pengalamannya selama 15 tahun praktik langsung dalam keluarga, bisa kita jadikan acuan dalam pemilihan ragam aktivitas anak kemudian menerjemahkannya ke dalam kategori bakat tertentu.

Nah, karena zona delapan ini adalah zona terakhir, yang sebagian besar semangat sudah terbang atau malah semakin terpacu karena akan segera selesai, berikut tips menyelesaikan zona delapan ala saya:

1. pastikan setting strong why, niat yang tertancap kuat dan punya tujuan yang ingin dicapai.

2. kabarkan pada anggota keluarga di rumah bahwa Tetehs sedang mengikuti kelas Bunda Sayang dan minta bantuannya untuk memotivasi ketika semangat melemah.

3. atur waktu untuk menyimak materi, kudapan, dan menuliskan laporan tantangan per hari. Ambillah bentuk laporan dalam versi terbaik dan termudah yang bisa dilakukan. Cukup 15 menit, lalu posting. Pasang alarm bila diperlukan.

4. buat jurnal apresiasi ketika sudah menaklukkan tantangan.

5. fokus pada anak selama berkegiatan. Hal ini akan memudahkan dalam membuat laporan.

Gimana? Mudah, bukan?

Apakah Tetehs semakin tertarik untuk mengikuti kelas Bunda Sayang Ibu Profesional?

Tulisan ini hanya sedikit bocoran dari sekian banyak zona yang memiliki keunikan proses belajar masing-masing.

Yuk, mulai sekarang, fokuslah pada kekuatan yaitu fitrah bakat anak, dan jadilah anak kita seorang masterpiece di bidangnya.

Semoga dimudahkan selalu, ya, Tehs!

Ditunggu di kelas Bunda Sayang dan kelas lainnya, ya!

Oleh: Diah Adni Fauziah

Mahasiswi Bunday Sayang #6 Institut Ibu Profesional Bandung

Leave a Comment