jahit tangan

Teknik Jahit Tangan- Rumbel Menjahit Ibu Profesional Bandung

Bagi penikmat hasil karya jahit dan fashion seperti saya, detail-detail sederhana dari dunia jahit-menjahit terasa sangat menarik. Beberapa pekan yang lalu seorang mentor pada kuliah Zoom membuka mata saya tentang hal sederhana yang seringkali dianggap remeh namun berdampak signifikan jika diaplikasikan, yaitu bermain dengan jenis-jenis tusuk dasar menjahit. Ya, tusuk dasar yang pernah diajarkan pada pelajaran keterampilan semasa sekolah menengah dahulu. Tusuk jelujur, tusuk jejak, tusuk festoon, tusuk flannel, tusuk rantai, tusuk tangkai, dan lain-lain.

Saya tidak akan membahas satu persatu mengenai teknik menjahit tusuk-tusuk tersebut. Materi tentang teknik dasar tersebut dapat dengan mudah diakses dan dipelajari. Tapi saya ingin berbagi tentang betapa menariknya saat tusuk-tusuk tersebut dikreasikan sedemikian rupa pada produk jahit.

Tusuk rantai dan tusuk batang bisa membentuk bunga matahari dan batangnya cantik sekali saat digunakan sebagai hiasan pada kain, baik itu pada pakaian, tas, taplak meja, dompet, dan lain sebagainya. Tusuk  feston bisa digunakan untuk mempercantik tepian kain disamping fungsi utamanya untuk menggabungkan kain dan membuat tepiannya lebih awet alias tidak mudah ambrol.

Atau pernah saat berselancar di media sosial Anda melihat video tutorial memasang kancing kemeja yang tidak hanya berupa benang pengikat kancing di pakaian, tapi menjadi hiasan bunga yang menarik. Ya, tentunya semua itu menggunakan teknik dasar menjahit tangan. Sungguh menjahit adalah sebuah pekerjaan kreatif yang indah yang penuh dengan detail menawan.

Adalah Teh Nofy Setiawati yang menjadi mentor pada acara Belajar Bareng Member (BBM) kala itu dengan tema “Teknik Jahit Tangan”. Membawa saya menemukan bahwa dari teknik dasar menjahit tangan saja yang dulunya saya kira hanya bisa digunakan untuk menyatukan dua helai kain, ternyata bisa menghasilkan aksesoris fashion bernilai artistik dan menambah nilai dari produk kain tersebut.

Jadi tidak ada alasan mengurungkan niat belajar menjahit hanya karena tidak punya mesin jahit misalnya. Toh pada jaman dahulu kala menjahit memang manual menggunakan berbagai jenis tusuk tersebut untuk berbagai kebutuhan. Bahkan bendera pertama Indonesia pun dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati.

Hmm, saya jadi penasaran, tusuk apakah yang digunakan oleh Ibu Fatmawati pada waktu menjahit sang Merah putih kala itu?

Penulis: Nirmala

Leave a Comment