matrikulasi untuk mengenali diri

Matrikulasi Membuatku Mengenali Diri

Sejak misi pertama pada Bulan Februari, tidak terasa saya sudah berada di penghujung zona penjelajahan Samudera Amarta. Program belajar matrikulasi oleh Ibu Profesional batch #9 ini memang dibuat sistem gamification agar mahasiswi tidak merasa terbebani saat menjalankan ‘kuliah’, malah bersemangat karena seperti sedang bermain.

Dalam perjalanannya, Kaptenik dan SahabatWI banyak membersamai kami dalam proses belajar. Setiap minggunya bertemu sapa secara daring di grup sekedar berbagi materi atau bercakap-cakap. Sesekali dibuatkan grup whatsapp untuk misi yang memerlukan tanya jawab yang intens.

Penjelajahan Samudera Amarta ini terdiri dari empat zona, dimana masing-masing zona, kami ditantang menyelesaikan minimal dua misi untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.

Zona 1: Pelabuhan Pulau Harmoni

Zona 1 merupakan tempat kami menyiapkan perbekalan serta mengisi bahan bakar. Tentunya saat proses Matrikulasi akan menemukan tantangan di depan yang tidaklah mudah. Maka dari itu kami diwajibkan untuk mempersiapkan perbekalan dengan sebaik mungkin.

Kami harus melihat diri, melakukan selftalk dan menuliskan bekal apa saja yang akan dibawa saat melakukan penjelajahan di Samudera Amarta ini.

Zona 2: Bentang Layar

Ransel sudah diisi dengan bekal dari Zona 1. Di zona ini kami menyiapkan peta agar tidak salah memilih kapal. Di mana kami diberi ruang untuk bisa melihat peran diri sebagai individu, istri, dan ibu. Selain itu, kami juga menggali lagi apa saja ilmu dan keterampilan yang diperlukan nantinya.

Di zona ini juga kami berkenalan dengan core value Ibu Profesional. Apakah core value ini bisa diterapkan dalam peta yang dibuat sebelumnya?

Zona 3: Ekspedisi Mengarungi Samudera

Semua perbekalan telah siap, kapal juga sudah dipilih, peta perjalanan dan arah angin pun telah kita tetapkan. Kini di Zona 3 saatnya berlayar menerjang ombak Samudera Amarta.

Di zona ini pun kami diperkenalkan dengan Piramida Ibu Profesional. Tak lupa, kami juga diberi kesempatan untuk menyelami makna ibu profesional versi masing-masing.

Zona 4: Pelayaran Menuju Pulau Cahaya

Untuk zona 4 lebih menantang lagi. Dari semua kontemplasi dengan diri, pengenalan dengan diri sendiri di misi-misi sebelumnya, kita ditantang untuk bisa produktif dalam karya, membuatnya dalam bentuk ‘prasasti’.

Kami diberi misi untuk bisa berkarya sesuai keahlian masing-masing, berbagi dalam bentuk live streaming (Instagram live/Facebook live) atau luring Bersama kelompok kecil. Semakin akhir semakin seru!

Semua zona punya kenangan masing-masing. Tapi yang jelas, di program Matrikulasi Ibu Profesional ini saya banyak mengenal diri sendiri. Saya banyak diberi ruang untuk bisa memahami apa yang saya butuhkan, apa tujuan saya, memahami peran yang diambil, dan masih banyak lagi.

Dari proses belajar ini saya tidak merasa dituntut saat mempelajari ilmu-ilmu. Malah, saya merasa membutuhkan semua itu. Efeknya, dalam menjalani misi-misi yang diberikan setiap minggunya tidak ada tekanan untuk harus mengerjakan, tetapi memang saya sendiri yang butuh mengerjakan.

Sekadar informasi, program Matrikulasi Ibu Profesional ini tidak hanya khusus ibu yang sudah memiliki anak, lho. Kamu yang masih singlelillah juga bisa bergabung, kok. Buktinya saya masih single juga bisa ikut dan belajar banyak. Tentu semua ilmunya masih bisa diterapkan. Yakin nggak pengin ikutan juga?

Penulis: Chikita Dinda Risna Putri

Mahasiswi Matrikulasi 9

Institut Ibu Profesional Bandung

Leave a Comment