child, colors, nepal

PENTINGNYA STIMULASI KREATIVITAS ANAK SEJAK DINI

Setiap anak sebenarnya memiliki jiwa kreatif dan inovatif. Bunda pasti pernah dengar ungkapan “think like a child”. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendorong kreativitas bisa jadi lebih percaya diri dan punya social skill yang baik, lho. Kemampuan inilah yang kelak akan memengaruhi keberhasilan atau kesuksesannya di masa depan.

Kenapa kreativitas itu penting? Kreativitas tidak hanya membantu anak dalam mengasah kemampuan psikomotorik, akan tetapi juga menstimulasi kemampuan memecahkan masalah. Seseorang yang kreatif akan memiliki banyak cara untuk menyelesaikan problem yang dihadapinya.

Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah gagal dan tak mudah menyerah. Ia juga terbiasa untuk mencari tahu jalan mana yang efektif, efisien, dan cocok ketika dihadapkan pada masalah.

Artinya, kreativitas yang dimiliki seseorang bisa memunculkan banyak ide segar sebagai alternatif solusi bagi persoalan yang dihadapi. Ia tak akan kehabisan akal. Bila mengalami kegagalan, ia akan mencoba cara lainnya.

PENTINGNYA STIMULASI SEJAK DINI

Jika kita menginginkan Si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, disarankan agar stimulasi dilakukan sesering mungkin dengan melibatkan semua indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman, pengecapan), gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, dan lainnya. Tentunya dengan cara stimulasi yang menyenangkan, dengan suasana bermain dan kasih sayang.

Nah, hal ini yang Rumin DIY Toys upayakan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan Bunda-Ayah untuk mengasah kreativitas Si Kecil:

Lakukan lewat bermain

Dunia anak adalah dunia bermain. Oleh sebab itu, mengasah kreativitas dapat dilakukan melalui berbagai permainan. Tak perlu permainan mahal, cukup yang dapat dimainkan dan ditemukan di rumah dan dibuat sendiri. Atau kita dapat mengenalkan alam lingkungan dengan mengajak mengumpulkan daun berbagai jenis, lalu menempelkannya di kertas. Kemudian dijilid seperti sedang membuat album. Anak jadi belajar tentang lingkungan dan belajar kerajinan (prakarya).

  • Memberi kesempatan mengeksplorasi motorik halus dan kasar

Di atas 1 tahun, Si Kecil mulai menyukai kegiatan fisik yang lebih beragam seperti melompat, memanjat, dan bergelantungan. Kemampuan motor kasar juga mulai lebih baik. Sedangkan pada sisi motorik halus, Si Kecil senang mencoret-coret, merobek atau melipat. Aktivitas motorik kasar dan halus dapat  membantu Si Kecil melatih keterampilan motoriknya, belajar menggunakan warna dan kertas, mengenal beragam tekstur sekaligus mengekspresikan pikiran, ide, dan pengalaman si Kecil lewat karyanya.

– Memperdengarkan musik dan lagu

Lagu dan musik adalah bentuk ekspresi diri yang baik. Bernyanyi bisa melatih Si Kecil dalam menggunakan kata-kata dan membantunya mengingat kata-kata baru. Si Kecil juga bisa menambahkan gerakan-gerakan menari saat Bunda bernyanyi bersamanya dan menambahkan kata-kata yang mereka ingat. Berikan variasi lagu untuk membantu Si Kecil berekspresi, dan ajak Si Kecil ikut serta dalam menyebutkan beberapa kata dalam lagu tersebut.

– Melatih kemampuan berbahasa

Di atas usia 2 tahun, Si Kecil mulai senang bertanya dan berbicara. Kita perkenalkan dengan saudaranya atau teman sebaya dan mengajaknya ke berbagai lingkungan baru agar Si Kecil dapat mengembangkan keterampilan sosialnya.

– Bermain peran (role playing)

Bermain peran seperti menjadi putri, menjadi dokter, petugas pemadam kebakaran, atau profesi/tokoh lainnya akan membantu proses kreatif Si Kecil karena ia akan belajar tentang sebuah peran. Dalam permainan ini nantinya Si Kecil akan belajar bagaimana harus bersikap dan bagaimana menghadapi tantangan tugas-tugas profesi yang ia perankan. Dalam mengasah kreativitas anak ini tentunya harus dibarengi dengan dukungan Ayah dan Bunda.

– Selalu mendengarkan dan menghargai pendapat anak, serta mendorongnya berani mengungkapkannya.

Contohnya, Bunda-Ayah perlu mendorong Si Kecil untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian di sekeliling, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari.

– Membiarkan Si Kecil bermain dengan cara dan gayanya sendiri. 

Berikan kebebasan, jangan batasi eksplorasinya, dan dukung Si Kecil untuk mencoba berbagai cara dan ide dalam melakukan kegiatannya. Jangan terlalu mengatur atau menjaga anak Anda. Biarkan mereka berpikir dan mengekspresikan diri mereka secara bebas tanpa terlalu banyak larangan. Misalnya, alih-alih melarang mereka untuk menggunakan gunting, ajarkan mereka cara menggunakan gunting yang benar.

Aktivitas atau prosesnyalah yang menjadi perhatian utama, bukan hasil akhirnya. 

– Berinvestasi dalam mainan-mainan kreatif

Tidak perlu yang berharga mahal atau kita juga bisa membuatnya sendiri.

– Biasakan Si Kecil terbiasa melihat bahwa orang tuanya juga orang-orang yang kreatif

Misalnya kita membuat mainan bersama Si Kecil atau mencoba sesuatu yang baru dan bereksperimen sampai berhasil. Biarkan pula Si Kecil melihat bagaimana Ayah dan Bunda membuat kesalahan dan belajar menikmati proses kreatifnya. Belajar melalui contoh lebih efektif dibandingkan pengajaran lewat kata-kata.

– Berikan umpan balik

Pujilah bahwa Si Kecil telah berusaha membuat sesuatu, lalu perlihatkan kebanggaan kita. Dukungan orangtua adalah bagian penting dari proses kreatif anak.

Penulis: Dewi Nita Purnama Sari – Rumin DIY Toys Ibu Profesional Bandung

Leave a Comment