diy, do it yourself, renovation

Siaran MQFM 3 Juli 2021: Membersamai anak lewat berDIY

Melihat keadaan yang menuntut kita di rumah saja tentunya diperlukan suatu cara agar saling menguatkan. Interaksi antaranggota keluarga menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan. Terutama anak anak, bila biasanya mereka bermain di luar dengan bebas maka kali ini perlu di rumah saja.

Banyak hal yang dapat dilakukan besama anak, yang terpenting kebersamaan orang tua dengan anak. Bersama artinya tidak hanya ada di dekat anak namun ikut serta ke dalam dunia anak, saling berinteraksi, dan saling berkomunikasi.

Ber-DIY bersama menjadi salah satu kegiatan yang dapat menghadirkan orang tua agar bisa saling berinteraksi dengan anak.

DIY sendiri merupakan sebuah kegiatan membuat sesuatu oleh diri sendiri. Kegiatan ini bisa dilakukan para orang tua sebagai fasilitator yang menyediakan fasilitas atau dilakukan bersama sebagai sebuah proses menghasilkan suatu karya baru. Sehingga apa pun bisa dibuat sendiri atau bersama sesuai kebutuhan, bisa berupa mainan edukasi atau kreasi seni. Contoh membuat playdough bersama. Atau bila anak belum bisa membuat playdough, kita sebagai fasilitator bisa membuatkan playdough untuk bermain bersama nanti. Jadi tujuan kebersamaannya bisa tetap tercapai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita ber-DIY dengan anak:

  1. ‌Pastikan aman, maka perlu pengawasan. karena biasanya anak suka mengeksplor hal baru di dekat mereka dan ini banyak manfaatnya jadi jangan dilarang tapi pastikan aman. 
  2. ‌Beri ruang bebas bagi anak untuk berkreasi.
  3. ‌Berikan contoh dan gunakan bahasa sederhana saat memberi intruksi. Karena anak anak biasanya belum terampil jadi tugas kita memberi contoh agar mereka tetap mau berlatih. 
  4. ‌Sabar dan turunkan ekspektasi. Ini penting mengingat anak yang belum terampil biasanya memancing kegemasan kita sebagai oang tua. Karena kalau kita geregetan bisa jadi anak tidak mau mencoba lagi.
  5. ‌Memberi apresiasi dan motivasi.

Manfaat ber-DIY bersama

Bagi saya pribadi, ber-DIY sebagai salah satu bentuk penyampaian kasih sayang saya pada anak. Ketika saya buat sesuatu sendiri, misalnya membuat mainan untuk anak lalu saat sudah jadi anak senang menerimanya berarti rasa sayang saya sampai padanya.

Kemudian dari mainan yang saya buat tadi kita bisa bermain bersama sehingga terjalin interaksi antara orang tua dan anak. Ini yang penting. Bermain bersama, mengobrol bersama, aktivitas bersama. Tentunya anak dapat terstimulasi lewat cara yang menyenangkan dan hemat. Karena apa? Dunia anak adalah bermain, dan melalui permainan yang kita sediakan atau yang kita buat bersama mereka bisa sekaligus belajar banyak hal dan tentunya aspek-aspek tumbuh kembang pun bisa terstimulasi. 

Lalu kapan kita bisa berDIY bersama anak?

Tidak ada patokan khusus kapan, namun untuk dilakukan bersama tentunya saat anak sudah tertarik untuk membuat sesuatu bersama. Misalkan usia 1-2 tahun anak sudah mulai penasaran dengan kegiatan yang kita kerjakan seperti makan sendiri, maka kita bisa memfasilitasi anak anak lewat kegiatan bikin playdough. Saat prosesnya anak akan dapat menyendok, menuang, mengaduk mainan adonan.

Lalu bagaimana dengan bayi? Tentu tetap bisa kita DIY. Misalnya kita DIY buku high contrass untuk bayi 0 bulan, nanti hasilnya bisa dimainkan bersama bayi.

Tahapan saat kita akan memulai ber-DIY bersama:

  1. Pertama, sebaiknya kita memiliki target aspek apa yang ingin dicapai. Tentunya sesuai tahapan usia anak ini biasanya kita bisa lihat di checklist indikator perkembangan anak. Misalnya anak usia 2 tahun, dari aspek fisik/motorik salah satu indikatornya anak dapat menggerakkan anggota tubuh untuk melatih otot tangan. Sudah dapat aspek yang ingin dicapai berarti kita lanjut.
  2. Mencari ide main yang sesuai dengan aspek yang ingin kita capai sesuai kesukaan anak. Misalkan tadi aspek melatih otot tangan lalu anak lagi suka dengan tema planet maka kita bisa ajak anak membuat mozaik roket. Anak anak bisa menyobek kertas lalu menempel ke gambar roket. Atau misal anaknya suka kupu-kupu, kita bisa ajak anak mengisi gambar kupu-kupu dengan biji-bijian. 
  3. Menyiapkan segala sesuatu baik alat dan bahan yang dibutuhkan sebelumnya. 
  4. Ajak anak tentang apa yang akan dibuat, tanyakan apakah ingin membuat bersama. Misal: adek kita buat roket yuk! Adek mau roket warna apa? Nanti kita hias roketnya pake kertas warna. 
  5. Beri contoh, tawarkan dan motivasi anak saat mencoba. Adek lihat roketnya kita kasih warna orange, adek mau coba robek kertasnya?
  6. Apresiasi anak, misal: MasyaAllah bagus, dek, tambah lagi kertasnya.
  7. Bila sudah jadi bisa dimainkan bersama dan jangan lupa sampaikan nilai-nilai yang ingin orang tua sampaikan lewat DIY yang dibuat. Misalnya saat roketnya sudah jadi kita bisa cerita sedikit tentang roket: ini yang buat manusia biar manusia bisa ke luar angkasa dek, tapi adek tahu yang ciptain luar angkasa itu siapa? Allah de MasyaAllah. Jadi karena anak 0-7 tahun salah satu fitrah yang harus kita kuatkan adalah fitrah iman maka di setiap kebersamaan kita harapannya nilai-nilai itu dikuatkan. 

Membersamai anak artinya orang tua hadir bersama anak, memasuki dunia anak, bermain bersama mereka, karena mereka belajar lewat bermain. Hal yang paling menyenangkan namun membawa segudang manfaat. 

Selamat bermain!

Narasumber: Fitri Kaniawati – Koordinator Rumin DIY Toys

Leave a Comment