book, dog, fairy tales

Membudayakan manfaat literasi melalui Bookish Play

Tingkat literasi Indonesia sendiri termasuk salah satu yang terendah di dunia menurut penelitian PISA pada tahun 2018*. Meskipun demikian, masyarakat maupun pemerintah, baik secara formal dan informal, berusaha dengan keras untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi, sehingga seperti yang kita ketahui tingkat literasi di sekitar kita sedikit demi sedikit semakin merangkak naik bersamaan dengan kesadaran akan pentingnya literasi.

Salah satu program yang banyak kita temukan di masyarakat untuk menumbuhkan cinta literasi pada anak adalah Read Aloud. Program ini memang memberikan banyak manfaat, selain menumbuhkan kecintaan terhadap literasi itu sendiri, juga menciptakan bonding antara orang tua dengan anak atau guru dengan murid.

Secara pribadi, saya dan keluarga kecil kami pun merasakan manfaat dari read aloud ini. Seiring dengan waktu, buku-buku yang kami miliki pun semakin banyak dan bocah kecil pun sudah bisa diikutsertakan dalam suatu kegiatan. Kadang merasa sayang jika buku hanya dibacakan dan setelahnya disimpan begitu saja, hingga suatu hari jiwa saya sebagai orang tua merasa tertantang dengan pertanyaan kecil, “Kegiatan apa yang bisa dilakukan bersama dengan buku?” 

Pengalaman menjadi relawan di sebuah perpustakaan komunitas anak di Bandung menyadarkan saya bahwa begitu banyak hal yang bisa dilakukan oleh buku untuk meningkatkan kecintaan literasi selain Read Aloud. Bisa jadi Read Aloud memang merupakan pondasi paling penting dalam mengenalkan cinta literasi. Namun selain itu ada cara yang tak kalah mengasyikkan bernama Bookish play, yang juga sangat berpengaruh pada kecintaan literasi.

Bookish play merupakan istilah kegiatan untuk aktivitas permainan yang temanya berfokuskan kepada buku tertentu. Bisa dari buku cerita Anak, Kitab suci baik Alquran maupun Hadist, atau bahkan reference book. Aktivitas ini sendiri tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruangan, tapi juga di luar ruangan. Konsepnya sendiri dapat dikembangkan dari ide orang tua ataupun anak. Dapat berupa suatu percobaan ilmiah semacam STEM yang nantinya menjadi sensory play seperti dari buku Bartholomew and the Oobleck. Tentunya sebelum memulai aktivitas bookish play jangan lupa read aloud dulu bukunya.

Menariknya, Ibu Profesional Bandung memiliki wadah untuk menumbuhkan kecintaan literasi melalui bookish play ini, yaitu Rumin DIY Toys, dimana di dalamnya selalu memberikan tema tantangan bebikinan yang menarik dan membebaskan anggotanya untuk berkreasi. Seperti kegiatan bulan Ramadan 2021 lalu dimana rumin memberikan tantangan 15 hari bebikinan dengan tema yang berbeda tiap harinya. Nah, di sini saya mengambil kesempatan untuk bebikinan bookish yang terinspirasi dari surat az-Zalzalah dengan membuat volcano dari kain felt. Jadi sambil belajar surat, anak juga bisa menikmati ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya melalui DIY yang dibuat.

Gambar : Bookish Play surat az-Zalzalah dan Volcano dari kain felt (source: pribadi)

Bookish play juga dapat dijadikan sebagai alternatif belajar dalam unit studies. Semisal pengalaman yang kami lakukan ketika belajar Wolf unit study, dimulai dari read aloud buku picture book yang memiliki karakter serigala semisal tiga babi kecil, atau the Wolf, the Duck and the Mouse karya Jon Klassen. Buku referensi dengan printables yang sudah ada untuk belajar dan membuat DIY topeng Wolf, anak dapat  bermain peran sambil mengeluarkan suara serigala sambil mengenal bahwa serigala adalah hewan karnivora.

Gambar :Bookish play dengan Wolf unit study (Source: pribadi)

Melalui bookish play, selain membuka pengalaman baru akan buku dan literasi di dalamnya, dapat juga membantu anak untuk lebih mudah menyerap pengetahuan yang ada di dalam buku dengan cara yang baru dan menyenangkan, serta mengasah kreativitas, imajinasi, dan berpikir kritis, bahkan out of the box tentangbagaimana mewujudkan ide dari buku hingga menjadi nyata dengan suatu aktivitas yang bermanfaat sekaligus mengasyikan bagi anak (maupun orang tuanya yang terlibat atau hanya sekadar mendampingi). Yuk, setelah read aloud mari kita bookish play!

*) https://litbang.kemdikbud.go.id/pisa    Diakses pada 01 Juni 2021 pukul 22.30 wib

Eriska Meiyanis, Rumin DIY Toys Ibu Profesional Bandung

Leave a Comment