binoculars, birdwatching, spy glass

METODE EKSPERIMEN SEBAGAI PILIHAN METODE BELAJAR SAMBIL BERMAIN UNTUK ANAK USIA DINI

Bermain, bergerak, dan eksplorasi adalah hal-hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui bermain, semua aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan. Tetapi apakah anak-anak terlahir hanya untuk bermain? Tentu saja tidak. Seorang anak terlahir dengan potensi besar berupa fitrah dan takdir peran yang telah Allah tetapkan dan amanahkan untuk dididik. Maka dari itu, tugas kita lah sebagai orang tua untuk merawat dan menumbuhkembangkan fitrah melalui pendidikan. Mendidik anak harus dilakukan sesuai dengan fitrahnya agar kita sebagai orang tua bisa lebih rileks dan optimis.

Bagaimana cara menumbuhkan fitrah? Yaitu dengan cara menumbuhkan benih-benih kebaikan seperti membersamai atau menemani anak-anak bermain serta menikmati momen kebahagiaan yang tercipta dari kegiatan bermain. Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari membersamai anak adalah dapat mengenali karakter anak. Hasil dari memahami karakter dan fitrah anak menjadi bekal bagi orang tua dalam memilih metode pembelajaran yang paling cocok untuk anak kita. Beberapa metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini antara lain: karyawisata, bercerita, bercakap-cakap, demonstrasi, proyek dan eksperimen. (Ery Khaeriyah, et al 2018)

Metode eksperimen erat kaitannya dengan pembelajaran sains. Sains merupakan ilmu tentang alam atau yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Sains merupakan ilmu yang dapat diuji (hasil pengamatan sesungguhnya) kebenarannya melalui observasi dan eksperimen. Pengenalan tentang sains hendaknya dilakukan sejak usia dini melalui kegiatan secara langsung dengan kegiatan yang menarik sekaligus menyenangkan melalui observasi. Selain itu juga dapat melatih anak menggunakan panca inderanya untuk mengenal sekaligus mengetahui proses kegiatan sains yang dilakukan, melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda, baik benda hidup maupun mati (Dian Samodra dalam Alvin Ma’viyah 2021)

Metode eksperimen memiliki manfaat dalam pembelajaran yaitu di antaranya : 1) dapat mengembangkan aktivitas-aktivitas dan menemukan ide-ide baru yang kreatif; 2) memberi pengetahuan baru untuk memecahkan suatu masalah (problem). Selain memiliki manfaat, metode eksperimen juga mempunyai tujuan dalam pembelajaran yaitu agar anak mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Anak juga dapat terlatih dalam cara berfikir ilmiah.  (Risa Pahlewi et al 2016)

Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Metode eksperimen mengandung beberapa kelebihan, antara lain; a) Membuat anak lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya; b) Dapat membina anak untuk membuat terobosan terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaan.

Selain itu, metode eksperimen juga mengandung beberapa kekurangan, antara lain : a) Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi; b) Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal; c) Metode ini menuntut ketelitian dan keuletan; d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan dan pengendalian (Dzamarah dan Zain 2010)

Beberapa eksperimen yang bisa dijadikan pilihan bermain sambil belajar bersama anak-anak di antaranya yaitu: percobaan gunung meletus, percobaan larutan pelangi, percobaan walking water, percobaan surat cinta ajaib, percobaan simulasi hujan dsb. Metode eksperimen juga bisa dijadikan media untuk menumbuhkembangkan fitrah anak-anak terutama fitrah keimanan, fitrah perkembangan, fitrah belajar dan fitrah jasmani.

Oleh : Resa Repita Agustin, S.Pd

Leave a Comment