Minuman boba

Waspada! Ternyata Ini 5 Bahaya Berlebihan Mengonsumsi Minuman Boba, Salah Satunya Berisiko Kanker

IBU PROFESIONAL BANDUNG – Siapa yang tidak mengenal dengan minuman boba yang sedang kekinian?

Saat ini, minuman boba hampir populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Minuman boba yang kekinian ini disukai karena teksturnya yang kenyal dan manis.

Boba yang berada di minuman tersebut mudah dikenyal seperti permen karet.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, boba adalah bahan makanan yang terbuat dari tepung tapioka.

Tepung tapioka tersebut dicampur dengan sirup gula karamel sampai menghitam dan kenyal.

Namun, di balik kenikmatan minuman boba ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Ternyata mengonsumsi minuman boba terlalu sering tidak baik untuk kesehatan.

Berikut ini hal-hal yang akan terjadi jika meminum minuman boba secara berlebihan sebagaimana dikutip Ibu Profesional Bandung dari PMJ News.

  1. Sembelit

Jika Anda mengonsumsi minuman boba secara berlebihan, Anda bisa berisiko untuk terkena sembelit.

Tahun 2019 terdapat seorang gadis di Tiongkok berusia 14 tahun yang mengeluh sakit pada perutnya.

Setelah diperiksa oleh dokter, ditemukan ratusan butir tapioka yang tidak tercerna di perutnya.

Kemudian dokter juga mencata penyebab sembelit dari minuman boba tersebut adalah guar gum.

Guar gum adalah zat aditif yang digunakan untuk membuat boba dan membantu menyatukan bola-bola kecil tersebut.

Jika zat aditif tersebut dikonsumsi dalam jumlah tinggi makan akan menyebabkan sembelit.

  1. Risiko Diabetes

Efek kurang baik dari mengonsumsi minuman boba adalah peningkatan risiko diabetes.

Hal ini disebabkan karena boba mengandung gula yang tinggi.

Tidak hanya berpengaruh kepada kalori tubuh, minuman boba juga dapat menyebabkan resistensi insulin.

Resistensi insulin terjadi ketika hormon insulin tidak dapat menyerap gula dengan baik.

  1. Obesitas

Sebuah lembaga makanan melakukan penelitian pada 2017 terkait komposisi gula dan kalori yang ada pada boba.

Penelitian tersebut menemukan bahwa 16 ons boba mengandung kadar gula melebihi kebutuhan normal.

Satu cup minuman boba diperkirakan mengandung 200 hingga 450 kalori.

Bila Anda rutin mengonsumsi minuman boba, tidak menutup kemungkinan Anda akan mengalami obesitas.

  1. Peningkatan Risiko Kanker.

Peneliti dari Jerman pada 2012 menemukan zat PCB (aspoliklorinasi bifenil) yang terkandung dalam boba.

Zat PCB merupakan salah satu bahan kimia penyebab kanker dan berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh, sistem saraf, dan sistem endokrin.

Zat tersebut juga diduga meningkatkan risiko kanker seperti kanker usus kecil, kerongkongan, dan endometrium.

  1. Mengganggu Kesehatan Gigi

Mengonsumsi minuman boba dapat menganggu kesehatan gigi, terutama disebabkan karena kandungan gulanya yang gigi.

Lapisan pelindung pada gigi bisa terkikis apabila meminumnya secara berlebihan.

Apabila kita tidak merawat gigi kita dengan baik bisa juga meningkatkan risiko gigi berlubang.***

Sumber: PMJ News
https://www.pmjnews.com/article/detail/32914/5-efek-buruk-konsumsi-minuman-boba-secara-berlebihan

Sumber foto: Pexels.com/Rodnae Production
https://www.pexels.com/photo/person-holding-a-boba-tea-6412829/

Leave a Comment