Aliran Rasa Peserta Foundation 13

Aliran Rasa Peserta Foundation 13 IP Bandung

Hai IPers! Foundation 13 Ibu Profesional baru saja berakhir. Kini Ibu Profesional Bandung dan seluruh regional lainnya kedatangan member baru yang siap untuk berpetualang dan menemukan binar bahagianya di playground Ibu Profesional. Bagaimana ya perasaan para member baru setelah mengikuti Foundation 13? Yuk, kita simak aliran rasa peserta Foundation 13 di Ibu Profesional Bandung!

Aliran Rasa Peserta Foundation 13: Marina Puspita

Perkenalkan namaku Marina Puspita, seorang ibu dari 3 anak. Sedikit cerita dulu nih, di tahun 2022 pasca resign dari kantor dan mulai terasa jenuh dirumah, aku pengen cari pengalaman baru. Padahal sebenernya urusan dengan anak-anak sudah cukup menguras energi dan waktu, tapi kok rasanya gimana gitu dengan rutinitas yang itu-itu saja. Maklum masa transisi ibu kantoran ke Ibu rumah tangga, jadi butuh proses dan butuh teman curhat hehe. Akhirnya aku cerita ke sahabat dan disarankan untuk gabung dengan komunitas. Katanya biar kita bisa menyalurkan apa yang kita punya selain ngurus anak. Dia menyarankan untuk cek Website Ibu Profesional. Oke.. tanpa fikir panjang aku coba cek dan saat itu masih belum kebayang apa sih Ibu Professional. Semakin dibaca semakin menarik nih program-programnya. Ternyata ibu rumah tangga juga bisa sekeren itu dan bisa bermanfaat untuk ibu lainnya untuk sekitar untuk masyarakat. Keren pokoknya dan mulai jatuh hati deh, semangat untuk gabung.

Saat itu juga aku coba menghubungi salah satu pengurus ibu profesional Regional Bandung terkait gimana caranya bisa gabung. Ternyata pembukaannya terjadwal dan serentak di seluruh indonesia. Dalam hati, wah keren banget ini komunitasnya tertata rapih, wajar sih kalo programnya bagus dan SDM-nya juga berkualitas ternyata dari mulai open recruitment-nya aja gak asal-asalan.

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, 10 januari 2023 bisa join di group 4 Foundation 13. Yeeeeey senangnyaa.. Selama hampir 6 minggu kita berpetualang mendalami ibu prifesional. Mulai dari menggali kenapa kita masuk Ibu Profesional, perkenalan visi misi dan value Ibu Prefesional sampai perkenalan playground yang bisa diikuti selama menjadi member.

Pokoknya luar bisa dan bersyukur banget bisa ikut Foundation 13, dapat teman baru, pengalaman baru, dan ilmu baru. Rasanya hampir selama kegiatan berlangsung tidak henti-hentinya diri ini mengucap syukur dan terus memotivasi bahwa menjadi ibu rumah tangga itu tidak hanya selalu tentang mengurus anak, suami dan rumah tapi bagaimana menjadi seorang ibu dan seorang istri yang bisa terus meningkatkan kapasitas diri untuk bisa berdaya, kreatif, bahagia, berkarya serta dapat memberikan dampak yang positif bagi diri sendiri, anak-anak, keluarga dan sekitarnya. “Self Journey to the Happiness” and “Push Your Limit” insyaallah dua kalimat tersebut akan terus menemani diri ini untuk terus berproses menjadi seorang ibu dan seorang istri yang lebih baik. Thank you Ibu Profesional atas kesempatan luar biasanya.

Aliran Rasa Peserta Foundation 13: Teh Dety Rohayati

Saat aku sibuk dengan duniaku saat ini, menjadi ibu rumah tangga yang bekerja dirumah. Mengurus suami, anak dan melakukan pekerjaan rumah yang seperti tak ada hentinya. Tak hanya menguras tenaga tapi terkadang juga menguras hati. Ada rasa dimana hati berkata kepada diri sendiri “Bagaimana kabarmu sekarang? Apa kamu bahagia”. Dan hati kecilku pun tak bisa berbohong. Aku lelah, aku tak bahagia karena seakan ada bagian diriku yang hilang.

Saat diri butuh bantuan, bertemulah aku dengan Ibu Profesional. Dikenalkan dengan teman-teman yang sama berjuang dengan ujiannya masing-masing, dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Ingin belajar, berdaya, dan berkarya. Karena itu adalah suatu kebutuhan untuk diri sendiri. Sebagai aku, sebagai diriku.

Tapi Ibu Profesional ternyata memberi lebih dari sekedar yang aku butuhkan. Kebutuhan untuk diri sendiri tapi dampaknya akan dirasakan tak hanya untukku, tapi untuk suamiku, anak-anakku, keluargaku, tetangga dan teman-temanku.

Sejak bergabung di Foundation 13 hari-hariku menjadi sedikit lebih berwarna, orang yang bahkan tak pernah aku temui memberi salam, menyapa dan menanyakan kabarku, saling memberi kabar, cerita dan nasihat. Diberi tugas ketika banyak tugas di rumah, menjadi tantangan tersendiri buatku, apalagi ketika diberi deadline, mau tidak mau harus punya target untuk menyelesaikan misi, dan tanpa disadari yang tadinya aku merasa tidak mampu, ternyata aku bisa melakukannya, seperti cara mengedit foto, membuat video dan lain-lain.

Push your limit! Kalimat yang sangat aku suka, karena memang dari rasa tidak mampu sebenarnya aku mampu asal aku bertekad dan mewujudkannya, melewati batas nyaman yang mengantarkan aku ke titik baru. Tentu saja tekad dan semangat untuk melakukannya itu tak lepas dari bantuan naramasa yang selalu membersamai hari-hari selama Foundation 13, yang selalu memberi semangat, ilmu, dan kebahagiaan.

Setelah lulus banyak sekali komponen yang menarik untuk menjadi tempat belajar, Ibu Profesional menyediakan banyak sekali tempat untuk aku dan teman-teman yang lain belajar sesuai dengan minat masing-masing dan tentu saja aku harus memilih sesuai dengan yang aku butuhkan dan aku sukai. Makin semangat belajar di Ibu Profesional. Semoga aku bisa menjadi seorang istri, ibu dan perempuan yang baik. Tak lupa juga bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Aliran Rasa Peserta Foundation 13: Teh Maspupah

Saya Maspupah, peserta Foundation 13 dari Bandung. Sebenarnya saya ingin ikut kelas Ibu Profesional sejak tahun 2016. Namun, belum ada kesempatan. Setelah menunggu lebih dari 5 tahun, akhirnya saya ada kesempatan buat daftar dan belajar. Kenapa lama banget sampai 5 tahun? Karena dulu saya masih memiliki kendala finansial untuk mendaftar. Maklum mahasiswa rantau yang harus mengatur keuangan dengan tepat agar bertahan hidup di kota orang tanpa sanak saudara dengan bekal ala kadarnya.

Awalnya saya bingung ketika menghadapi tugas yang diberikan. Namun, ada mentor yang selalu membimbing saya dalam mengerjakan setiap tugas. Di Ibu Profesional banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Salah satunya, bagaimana cara menjadi seorang ibu yang bahagia. Kelak ketika saya berumah tangga, mampu menghadapi problematika rumah tangga dari pengalaman teman-teman yang sudah berkeluarga dan menjadi seorang ibu.

Di Ibu Profesional saya juga bisa mengembangkan hobi saya yang baru-baru ini sedang dikembangkan, menjadi seorang penulis novel. Semoga novel-novel yang saya tulis best seller. Ibu Profesional adalah wadah yang tepat untuk mengembangkan diri, karena bukan hanya sekedar menjadi seorang perempuan biasa. Namun, bagaimana menjadi seorang perempuan yang bahagia. Karena orang bahagia yang mampu melahirkan anak-anak yang bahagia.

Di Ibu Profesional, belajar juga bagaimana menjalani sebuah pernikahan, dari sekapur sirih yang disampaikan oleh Pak Dodik dan Bu Septi. Begitu menginspirasi. Jika dulunya kita seorang pembaca, maka ketika sudah berkeluarga pun kita harus tetap jadi pembaca. Jangan sampai ketika sudah berkeluarga justru malah terbelenggu oleh ketaatan pada suaminya karena menjadi seorang istri. Perempuan memang wajib taat pada suami. Namun, perempuan tetap merdeka. Ia bebas melakukan hal-hal yang mampu membuat dirinya bahagia dan berkembang tanpa meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu.

Mulalaih me-remedial diri, lalu berkomunikasi dengan pasangan. Bagaimana melangkah beriringan sejalan dan searah dengan penuh kebahagiaan. Sebagai calon istri dan seorang ibu, pembelajaran di Ibu Profesional sangat membuka cakrawala pengetahuan tentang menjadi perempuan seutuhnya. Sekian, semoga cerita bermanfaat.

Leave a Comment